Thursday, 22 October 2015

Khasiat Cempaka Kuning (Tanaman Obat)

Cempaka Kuning (Michella champaca L.)
Sinonim : -
Fomilia : Magnoliaceae.
 
Uraian :
Pohon, tinggi 15-25 m. Ujung ranting berambut. Daun bulat telur bentuk lanset, dengan ujung dan pangkal runcing, 10-28 kali 4,5-1 1 cm, tipis seperli kulit. Bekas daun penumpu pada tangkai daun panjangnya lebih daripada setengah tangkai daun. Bunga berdiri sendiri, oranye, sangat harum baunya. Daun tenda bunga panjangnya 3-5 cm, yang terdalam lebih sempit dan lebih runcing daripada yang terluar. Pada dasar bunga yang berbentuk tiang, bakal buah dan benang sari jelas dipisahkan oleh suatu ruang. Bakal buah lebih dari pada 20, berjejal-jejal, bentuk telur yang pipih, berambut, masing-masing dengan bakal biji yang banyak. Buah bentuk bola memanjang, sedikit bengkok, mula-mula hijau, kemudian abu-abu pucat, tertutup dengan jerawat. Biji masak merah tua tergantung keluar pada berkas yang memanjang menjadi benang yang langsing. Dari India, di Jawa ditanam untuk bunganya. Di bawah 1.200 m. Bagian yang Digunakan : daun, bunga, dan kulit kayu.

Nama Lokal :
NAMA DAERAH: Cempaka, Cempaka kuning, Jeumpa (Aceh); Jempa. Cempa (Gayo); Campaga (MinangkabaU) Cempaka, Cempaka koneng (Sunda) Kanfif, Locari, Pecan, Cempaka1 Cepaka, Cepaka kuning (Jawa Timur) Kembang koneng, Campaka, Compaka, Compaka mera (Maciura); Campaka, Campaka barak Campaka kuning, Campaka warangan (Batak); Hepaka, kepaka (Sawu); Sampakang (Sangir); Campaka mann (Sulawesi Utara). NAMA ASING : NAMA SIMPLISIA Champacae Folium: Daun Cempaka Kuning. Oleum Champac ae: Minyak Cempaka Kuning.

Penyakit Yang Dapat Diobati:
SIFAT KHAS Pahit, pedas, dan menghangatkan. KHASIAT Diuretik dan ekspektoran.

Pemanfaatan :
KEGUNAAN
Daun : Batu Ginjal, Mulas, Napas/mulut bau.

Kulit kayu : Demam, Haid tidak teratur.

Bunga : Aroma perawatan rambut.

RAMUAN DAN TAKARAN
Batu Ginjal
Komposisi :
Minyak : Fend, isoeugenol, sineol, bensilaldehida dan feniletilalkohol. KuIit kayu dan daun : Alkaloid, zat samak. Bunga: Minyak atsiri.

Wednesday, 21 October 2015

Khasiat Cabe Jawa (Tanaman Obat)

CABE JAWA (Piper retrofractum VahL)
Sinonjm : plongum, BI. ploffiqinarum, (Miq), DC. Chaviba officinarum, Miq. C. maritime, Miq.
Fomilici : Piperaceae.
 
Uraian :
Cabe jawa merupakan tumbuhan asli Indonesia, ditanam di pekarangan, ladang, atau tumbuh liar di tempat-tempat yang tanahnya tidak lembab dan berpasir seperti di dekat pantai atau di hutan sampai ketinggian 600 mdpl. Tumbuhan menahun, batang percabangan liar, tumbuh memanjat: melilit, atau melata dengan akar lekatnya, panjangnya dapat mencapai 10 m. Percabangan dimulai dari pangkalnya yang keras dan menyerupai kayu. Daun tunggal, bertangkai, bentuknya bulat telur sampai lonjong, pangkal membulat, ujung runcing, tepi rata, pertulangan menyirip, permukaan atas licin, permukaan bawah berbintik-bintik, panjang 8,5-30 cm, lebar 3-13 cm hijau. Bunga berkelamin tunggal, tersusun dalam bulir yang tumbuh tegak atau sedikit merunduk, bulir jantan lebih panjang dari bulir betina. Buah majemuk berupa bulir, bentuk bulat panjang sampai silindris, bagian ujung agak mengecil permukaan tidak rata, berlonjolan teratur, panjang 2- 7 cm, garis tengah 4- 8 mm, bertangkai panjang, masih muda berwarna hijau, keras dan pedas, kemudian warna berturut-turut menjadi kuning gading dan akhirnya menjadi merah, lunak dan manis. Biji bulat pipih, keras, cokelat kehitaman. Perbanyakan dengan biji atau setek batang.

Nama Lokal :
Cabean, cabe alas, cabe areuy, cabe jawa, c. sula (Jawa); Cabhi jhamo, cabe ongghu, cabe solah (Madura): Lada panjang, cabal awa, cabai panjang (Sumatera): Cabia (Makasar). Long pepper (Inggris);

Penyakit Yang Dapat Diobati :

Kejang perut, muntah, perut kembung. mulas, disentri, diare; Sukar buang air besar, sakit kepala, sakit gigi, batuk, demam; Hidung berlendir, lemah syahwat, sukar melahirkan, neurastenia; Tekanan darah rendah, pencernaan terganggu, rematik goat; tidak hamil, rahim dingin, membersihkan rahim, badan lemah; Stroke, nyeri pinggang, kejang perut;

Pemanfaatan :
BAGIAN YANG DIGUNAKAN :
Buah yang sudah tua tetapi belum masak, akar, dan daun, dikeringkan.

INDIKASI :

Buah cabe jawa dapat digunakan untuk mengatasi: kejang perut, muntah-muntah, perut kembung, mulas, disentri, diare, sukar buang air besar pada penderita penyakit haid, sakit kepala, sakit gigi, batuk, demam, hidung berlendir, lemah syahwat, sukar melahirkan, neurastnia, dan tekanan darah rendah.

Bagian akar dapat digunakan untuk : kembung, pencernaan terganggu, tidak dapat hamil karena rahim dingin, membersihkan rahim setelah melahirkan, badan terasa lemah, stroke, rematik, gout, dar nyeri pinggang. Daun dapat digunakdn untuk mengatasi:
kejang perut dan sakit gigi.

CARA PEMAKAIAN :
Buah sebanyak 2,5-5 g dijadikan pil atau direbus, lalu diminum.

Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS
Buah rasanya pedas dan panas, masuk meridian limpadan lambung. Akar cabe jawa pedas dan hangat rasanya.

KANDUNGAN KIMIA : Buah cabe jawa mengandung zat pedas piperine, chavicine, palmitic acids, tetrahyd ropiperic acids, 1-undecylenyl-3,4- methylenedioxy berizene, piperidin, minyak asiri, isobutyideka-trans-2-trans-4- dienamide, dan sesamin. Piperine mempunyai daya antipiretik, analgesik, antiinflamasi dan menekan susunan saraf pusat. Bagian akar mengandung piperine, piplarfine, dan piperlonguminine.

Khasiat Bunga Matahari (Tanaman Obat)

Bunga Matahari  (Heliar, thus annuus Linn.)
Sinonim : -
Familia: Compositae
 
Uraian:
Herba anuat (umumnya pendek kurang dari setahun), tegak. berbulu, tinggi 1-3 m. ditanam pada halaman dan taman taman yang cukup mendapat sinar matahari, sebagai tanaman hias. Termasuk tanaman berbatang basah, daun tunggal berbentuk jantung, bunga besar/ bunga cawan, dengan mahkota berbentuk pita di sepanjang tepi cawan, berwarna kuning, dan di tengahnya terdapat bunga-bunga yang kecil berbentuk tabung, warnanya coklat.

Nama Lokal :
Bungngong matahurol, bunga matahari, purbanegara: Bunga panca matoari. bunga teleng matoari. Sungeng: kembang sarengenge, kembhang mataare. bungga ledomata: kembang sangenge, kembhang tampong are: Xiang ri kul (China).

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Hipertensi, Sakit kepala, Sakit gigi, nyeri menstruasi, reumatik; Nyeri lambung, radang payudara, Sulit melahirkan, Disentri, Campak; Infeksi saluran kencing, Bronkhitis, Batuk, Keputihan, Malaria;

Pemanfaatan :
BAGIAN YANG DIPAKAI :
Seluruh tanaman. Untuk penyimpanan : dikeringkan

KEGUNAAN :
Bunga : Tekanan darah tinggi, mengurangi rasa nyeri pada sakit kepala, pusing, sakit gigi, nyeri menstruasi (dysmenorrhoe), lambung (gastric pain), radang payudara (mastitis), rheumatik (arthritis), sulit melahirkan.

Biji : Tidak nafsu makan, lesu, disentri berdarah, merangsang pengeluaran rash (kemerahan) pada campak, sakit kepala.

Akar : Infeksi saluran kencing, radang saluran nafas (bronchitis), batuk rejan (per-kissis), keputihan (leucorrhoe).

Daun : Malaria. Sumsum dari batang dan dasar bunga (reseptaculum)

Komposisi:
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS:

Rasa lembut, netral. Bunga: Menurunkan tekanan darah, mengurangi rasa nyeri (analgetik). Biji : Anti dysentery, merangsang pengeluaran cairan tubuh (hormon, enzym, dll.), merangsang pengeluaran campak (measles). Daun: Anti radang, mengurangi rasa nyeri, anti malaria. Akar:
Anti radang, peluruh air seni, pereda batuk, menghilangkan nyeri. Sumsum dan batang dan dasar
Bunga: Merangsang energi vital, menenangkan liver, merangsang pengeluara air kemih, menghilangkan rasa nyeri pada waktu buang air kemih.

KANDUNGAN KIMIA: Bunga : Quercimeritrin, helianthos ide A,B,C, oleanolic acid, echinocystic acid. Biji: Beta-sitosterol, prostaglandin E, chiorogenic acid, quinic acid, phytin, 3,4- benzopyrene. Dalam 100 g minyak biji bunga matahari: Lemak total: 100, lemak jenuh: 9,8: lemak tidak jenuh: Cleat 11.7 dan linoleat 72.9, cholesterol.

Khasiat Buncis (Tanaman Obat)

Buncis (Phaseolus vulgaris L.)
Sinonim : -
Familia : Papilionaceae (Leguminosae).
 
Uraian :
Semak tegak atau membelit, panjang 0,3- 3 m. Daun penumpu tetap melekat lama. Anak daun bulat telur, dengan pangkal membuat meruncing, kedua belah sisi berambut, 5-13 kali 4-9 cm. Tandan bunga duduk di ketiak, dengan 1-2 pasangan bunga. Tangkai tandan masif, setinggi-tingginya 6 cm, kerapkali lebih pendek. Anak daun pelindung di bawah kelopak panjang 3-9 mm. Kelopak tinggi 5-8 mm, gigi yang teratas sangat pendek. Mahkota hampir selalu putih, menjadi kuning, kadang-kadang ungu; bendera pada pangkalnya dengan 2 telinga: tunas memutar kurang dan 2 kali; sayap berkuku panjang. Benang sari bendera lepas, lainnya bersatu. Tangkai putik dekat ujung berjanggut. Polongan sangat berubah bentuk dan ukuran. Biji putih, kuning, merah, lila, coklat atau hitam. Keping biji dan tanaman kecambah muncul di atas tanah. Dan di Amerika banyak ditanam.

Catatan : Biji dan buah dijumpai dalam banyak variasi dan diperdagangkan dengan nama yang sangat berbeda sebagai sayuran, buncis coklat dan putih, buncis spercie dan snijbonen, buncis peluru dan kievitsbonen, dsb. Bagian yang digunakan Buah dan Biji.

Nama Lokal :
NAMA SIMPLISIA Phaseoli Semen. Fabarum Semen; Buncis. Phaseoli Fructus. Phaseoli Legumina: Buah Buncis.

Penyakit Yang Dapat Diobati :
KHASIAT Diuretik.

Pemanfaatan :
KEGUNAAN
Kencing manis. Pelancar ASI.

RAMUAN DAN TAKARAN

Kencing Manis
Buah Buncis 250 gram, dikukus. Dimakan sebagai lalap tiga kali sehari, tiap kali makan 250 gram.

Komposisi :
Alkaloid, flavonoida, saponin, triterpef loida, steroida, stigmasterin. trigonelin. arginin, asam amino, asparagin. kholina, fasin (toksalbumin), zat pati, vitamin dan mineral.

Tuesday, 20 October 2015

Khasiat Biduri (Tanaman Obat)

Biduri (Calotropis gigantea (1Nilld.) Drand. ex Wta1t.)
Sinonim : Cgigantea R.Br., Asclepias gigantea Willd.
Familia: asclepiadaceae.
 
Uraian:
Biduri banyak ditemukan di daerah bermusim kemarau panjang, seperti padang rumput yang kering, lereng-lereng gunung yang rendah, dan pantai berpasir. Semak tegak, tinggi 0,5-3 m. Batang bulat, tebal, ranting muda berambut tebal berwarna putih. Daun tunggal, bertangkai pendek, letak berhadapan. Helaian daun berbentuk bulat telur atau bulat panjang, ujung tumpul, pangkal berbentuk jantung, tepi rata, pertulangan menyirip, panjangnya 8-30 cm, lebar 4-15 cm, berwarna hijau muda. Permukaan atas helaian daun muda berambut rapat berwarna putih (lambat laun menghilang), sedangkan permukaan bawah tetap berambut tebal berwarna putih. Bunga majemuk dalam anak payung, di ujung atau ketiak daun tangkai bunga berambut rapat, mahkota bunga berbentuk kemucil kapal, berwarna lila, kadang-kadang putih Buahnya buah bumbung, berbentuk bulat telur atau bulat paniang, pangkal buah berupa kaitan, panjang 9-10 cm, berwarna hijau. Bijinya kecil, lonjong, pipih, berwarna cokelat, berambut pendek dan tebal, umbai rambut serupa sutera panjang. Jika salah satu bagian tumbuhan dilukai, akan mengeluarkan getah berwarna putih, encer, rasanya pahit dan kelat, lama-kelamaan terasa manis, baunya sangat menyengat, dan beracun. Kulit batang biduri mengandung bahan serat yang dapat digunakan untuk membuat jala. Biduri dapat diperbanyak dengan biji.

Noma Lokal :
NAMA DAERAH: Sumatera: rubik, biduri. lembega, rembega1 rumbigo. Jawa: babakoan. badori, biduri. widun, saduri. sidoguri, bidhuri. burigha. Bali: Manori, maduri Nusa Tenggara: muduri, rembiga, kore. krokoh, kolonsusu. modo kapauk. modo kampauk. Sulawesi: rambega. Nama asing: Giant milk weed, mudar plant (I), kapal-kapal (Tag.), oscherstrauch. Nama simplisia : Calotropidis Cortex Radicis (kulit akar biduri).

Penyakit Yang Dapat Diobati:
SIFAT DAN KHASIAT: Kulit akar biduri berkhasiat kolagocia, peluruh keringat (diaforetik), perangsang muntah (emetik), memacu kerja enzim pencernaan (alterflcitif) dan peluruh kencing (diuretik). Kulit kayu biduri berkhasiat enjetik, bunga berkhasiat tonik, dan menambah nafsu makan (stoniakik). Daun berkhasiat rubifcisien dan menghilangkan gatal. Getahnya beracun dan dapat menyebabkan muntah. Namun, berkhasiat sebagai obat pencahar.

Pemanfaatan :

BAGIAN YANG DIGUNAKAN
Bagian tumbuhan yang digunakan adalah kulit akar, daun, getah, dan bunga.

INDIKASI :
Kulit akar digunakan untuk pengobatan:
Demam, perut terasa penuh, kaki pegal dan lemas, gigitan ular beracun, borok kronis, dan penyakit kulit lainnya.
 
Daun digunakan untuk pengobatan:

Kudis, luka, borok, sariwan, gatal pada cacar air (varicella), campak (measles), demam, dan batuk.

Bunga digunakan untuk pengobatan : radang, lambung (gastritis), batuk, sesak napas, influenza, sifilis sekunder, kencing nanah (gon orrhoea), dan kusta (lepra).

Getah digunakan untuk pengobatan:
Bisul, eksim, pembesaran kelenjar getah bening, luka pada sifilis, luka di kaki, sakit gigi, dan mencabut dun yang menusuk kulit.

Komposisi:
Akar menganciung saponin, sapogenin, kalotropin, kalotoksin, uskarin, kalaktin, giganfin, dan harsa, Daun mengandung saponin, flavonoida, polifenol, tanin, dan kalsium oksalat. Batang mengandung tanin, saponin, dan kalsium oksalat. Getah mengandung racun jantung yang menyerupai digitalis.

Khasiat Buah Angsana (Tanaman Obat)

ANGSANA (Pterocarpus indicus Wi/Id.)
Sinonim : Pterocarpus flavus Lour. Pterocarpus pallidus Bico.
Familia : Papilionaceae (Leguminosae).
 
Uraian :
Pohon, tinggi 10-40 m. Ujung ranting berambut. Daun penumpu bentuk lanset, panjang 1-2 cm. Daun berseling. Anak daun 5-13, bulat telur memanjang, meruncing, tumpul, mengkilat sekali, 4-10 kali 2,5-5 cm; anak tangkai 1k 0,5-1,5 cm. Tandan bunga di ujung dari duduk di ketiak, sedikit atau tidak bercabang, berambut coklat, berbunga banyak, panjang 7-11 cm; anak tangkai 0,5-1,5 cm; bunga sangat harum. Kelopak bentuk lonceng sampai bentuk tabung, bergigi 5, tinggi 1k 7 mm. Mahkota kuning oranye. Daun mahkota berkuku; bidang bendera bentuk lingkaran atau bulat telur terbalik, berlipat kuat, melengkung kembali, garis tengah lebih kurang 1 cm; tunas lebih pendek daripada sayap, pucat. Bakal buah berambut lebat, bertangkai pendek, bakal biji 2-6. Polongan bertangkai di atas sisa. kelopak hampir bulat lingkaran, dengan paruh di samping, pipih sekali, sekitarnya bersayap, tidak membuka, garis tengah 1k 5 cm, pada sisi yang lebar dengan ibu tulang daun yang tebal. Biji kebanyakan 1. Kerapkali ditanam; 1-800 m, Catatan:
Kayunya mempunyai warna dan kwalitas yang baik sekali; dipergunakan sebagai bahan bangunan dan kayu meubel. Di Maluku pohon ini menghasilkan “kayu akar” (worteihout) yang bagus. Kulitnya dipakai sebagai obat; dalam keadaan hidup pohon tersebut mengandung cairan yang merah darah. Bagian yang digunakan kulit kayu, getah (resin) dan daun muda.

Nama Lokal :

NAMA DAERAH Asan. Athan (Aceh); Sena (Gayo): Sena. Hasàna, Sona (Batak: Kayu merah (flrnor): Asana. Sana kapur. Sana kembarig (Minangkabau). Sana kembang (Madura): Kenaha (Solor): Aha. Naga. Aga. Naakir (Sulawesi Utara); Tonala (Gorontalo); Candana (Buis): Na, Nor. (Roti): Lana (Buru). NAMA ASING: NAMA SIMPLISIA: Pterocarpi Cortex: Kulit kayu Angsana.

Penyakit Yang Dapat Diobati :
KHASIAT Adstringen dan diuretik.
PENELITLAN Hayati, 1990. Jurusan Farmasi, FMIPA USU. TeIah melakukan penelitian pengaruh infus daun Angsana terhadap penurunan kadar gula darah kelinci dibandingkan dengan tolbutamid. Dan hasil penelitian tersebut, ternyata infus daun Angsana 5 ml, 10% dan 20° Ia secara oral menurunkan kadar gula darah kelinci. Pengaruh infus 10% tidak ada beda dengan 50 mg kg bb tolbutamid, sedangkan penurunan oleh infus 20% lebih besar daripada pengaruh oleh tolbutalmid.

Pemanfaatan :
KHASIAT :
Adstringen dan diuretik.

KEGUNAAN
Kulit Kayu : Batu ginjal, Sariawan mulut (obat kumur).

Daun muda : Kencing manis, Bisul (obat luar)

Getah (Kino) : Luka (obat luar), Sariawan mulut (obat luar).

Komposisi :
Resin dikenal dengan nama kino (ascim kinofanaf dan zat warna merah).

Khasiat Bidara Upas (Tanaman Obat)

Bidara Upas (Merremia mammosa (Lour.) Hall. f)
Sinonim: Batafta mammosa, Rumph. Convoivuiu mammosa, Hall. Ipomoea mammosa, Chois.
Familia : Convolvulaceae
 
Uraian:
Tumbuh liar di hutan, kadang ditanam di halaman dekat pagar sebagai tanaman obat atau karena umbinya dapat dimakan. Tumbuh dengan baik di daerah tropik dan dataran rendah sampai ketinggian 250 mdpl. Tanaman ini mungkin didatangkan dari Philippine, merupakan tanaman merayap atau membelit yang panjangnya 3-6 m, batangnya kecil bila dipegang agak licin dan warnanya agak gelap. Daun tunggal, bertangkai panjang, berbentuk jantung, tepi rata, ujung meruncing, panjang 5-12 cm, lebar 4-15 cm, warnanya hijau tua. Perbungaan berbentuk payung menggarpu berkumpul 1-4 bunga, bentuknya seperti lonceng berwarna putih, panjang 7-8 cm, dengan 4 helai kelopak. Umbi berkumpul di dalam tanah, mirip ubi jalar. Bila tanahnya kering dan tidak tergenang air serta gembur, beratnya dapat mencapai 5 kg atau lebih. Warna kulit umbinya kuning kecoklatan, kulitnya tebal bergetah warna putih, bila kering warnanya menjadi coklat. Perbanyakan dengan stek batang atau menanam umbinya.

Nama Lokal :
Blanar, widara upas (Jawa), hailale (Ambon).;

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Demam, batuk, serak, difteri, radang tenggorokan, radang paru; radang usus buntu, typhus, sembelit, muntah darah, kanker; kencing manis, keracunan, gigitan ular, kusta, syphilis (Lues);

Pemanfaaatan :

BAGIAN YANG DIPAKAI: Umbi
KEGUNAAN
- Demarn, batuk, serak.
- Difteri, radang tenggorokan, radang paru, radang usus buntu.
- Typhus, sembelit, buang air besar darah, dan lendir.
- Muntah darah.
- Kencing manis (DM), batu kandung kencing, keracunan makanan, gigitan ular.
- Kanker, kusta, syphilis (Lues)

PEMAKAIAN LUAR:
Digunakan untuk memperlancar keluarnya air susu ibu (ASI), obat luka terpotong luka bakar, bengkak, penyakit kulit, gigitan ular.

Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS:
Anti radang, menghilangkan sakit (anaiqetik), menghilangkan bengkak, pencahar (laxative), menetralkan racun (antidote), penyejuk.

KANDUNGAN KIMIA: Damar, resin, pati, zat pahit. Getah segar mengandung zat oxydase.

Monday, 19 October 2015

Khasiat Bidara Laut (Tanaman Obat )

BIDARA LAUT (Strychnos ligustrina BI)
Sinonim : Strychnos lucida R.Br.
Fomilia : Loganiaceae.
Uraian:
Tumbuhan semak, tinggi lebih kurang 2 meter. Berbatang kecil, berkayu keras, dan kuat. Bagian yang digunakan kayu dan biji.

Nama Lokal :
NAMA DAEPAH : Bidara laut. Bidara pait. Bidara putih. Kayu ular. Dara laut. Dara putih (Jawa) Bidara gunong (Madura): Aju mapa. Bidara mapai (Bugis): Al betek. Al hedu. Hau feta (Roti): Maba putih. EIu. Al baku moruk (Timor). NAMA ASING: NAMA SIMPLISIA: Ligustrinae Lignum; Kayu Bidara Laut. Ligustrinae Semen; Biji Bidara Laut.

Penyakit Yang Dapat Diobati :

Sifat Khas Pahit, mendinginkan, melancarkan peredaran darah, membersihkan darah dari beracun. Khasiat Anti inflamasi, analgesik. dan diaforetik. PEN ELITIAN Spriadi, 1986. Jurusan Farmasi, FMIPA UNHAS. Telah melakukan penelitian pengaruh hipoglikemik rebusan kayu Bidara Laut terhadap kelinci. Dan hash penelitian tersebut, ternyata bahwa pemberian rebusan 5, 10, 15, dan 25% dengan takaran 5 ml 1kg bb, menyebabkan penurunan kadar gula darah masing-masing 16,49%; 20,23%; 36,04%; dan 43,96%. Pada pemberian tobultamid dengan takaran 250 mg/kg bb, menunjukkan penurunan kadar gula darah sebesar 44,72%. E.Y. Sukandar, Ny. N.C. Soegiarso, dan I. Payayuani. Farmakologi, Deparjem Farmasi, ITB. Telah melakukan penelitian pengaruh infus Bidara Laut terhadap efek anti radang pada tikus pulih Wistar. Untuk meradangkan fikus digunakan karagen. Dan hasil penelitian tersebut, ternyata infus Bidara Laut pada takaran tertentu mempunyai efek anti radang yang bermakna. Peringatan Simplisia mengandung striknina donbrusina, Takaran berlebih dapat menyebabkan kaku pada leher dan muka, napas pendek, dilatasi pupil mata, dan kejang. Tidak boleh digunak untuk waklu lama.

Pemanfaatan :
KEGUNAAN
- Menyegarkan kulit muka
- Membangkitkan nafsu makan
- Rematik (nyeri persendian)
- Sakit perut
- Bisul (obat luar)
- Kurap (obat luar)
- Radang kulit bernanah (obat Iuar)


RAMUAN DAN TAKARAN
Menyegarkan raut muka
Ramuan :
Kayu Bidara Laut 100 mg, Herba Pegagan segar 10 gram
Komposisi:
Strikhnina dan brusina.

Khasiat Anting-Anting (Tanaman Obat)

Tanaman Anting-Anting (Acalypha australis Linn.)
Femilia : Euphorbiaceae
Uraian:
Herba Semusim, tegak, berambut. Batang linggi 30-50 cm, bercabang, dengan garis memanjang kasar. Tumbuh di pinggir jalan, lapangan rumput, lereng gunung. Daun letak berseling bentuk bulat lonjong sampai lanset, bagian ujung dan pangkal daun lancip, tepi bergerigi, panjang 2,5 - 8 cm, lebar 1,5-3,5 cm. Bunga berkelamin tunggal dan berumah satu, keluar dari ketiak daun, bunganya kecil-kecil dalam rangkaian berupa malai. Buahnya kecil. Akar dari tanaman ini sangat disukai anjing dan kucing.

Nama Lokal :
Tie xian (China).

Penyaki Yang Dapat Diobati :
Disentri basiler dan disentri amuba, Diare, Malnutrition, mimisan; Muntah darah, Berak darah, Kencing darah, Malaria.

Pemanfaatan :
BAGIAN YANG DIPAKAI :
Seluruh tanaman, pemakaian segar atau kering.

KEGUNAAN :
1. Disentri basiler dan disentri amuba.
2. Diare, anak dengan berat badan rendah (malnutrition) dan gangguan pencernaan.
3. Muntah darah, mimisan, berak darah (melena) kencing darah (hematuria)
4. Malaria.

PEMAKAIAN

9-15 gram kering atau 30-60 gram segar, direbus, minum.

Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS :
Rasa pahit, astringen, sejuk. Anti-radang, antibiotik, peluruh air seni, astringen menghentikan perdarahan (hemostatik).

Khasiat Andong (Tanaman Obat)

Andong (Cordyline fruticosa (L) A. Che vol.)
Sinonim : Asperagus terminalis L, Cordyline terminalis (L) Kunth.
Familia : Agavaceae (Liliaceae).
Uraian :
Perdu bercabang; tinggi 2-4 m. Panting dengan bekas daun rontok yang berbentuk cincin. Daun pada ujung ranting berjejal dengan susunan spiral; tangkai bentuk talang, helaian daun bentuk garis atau lanset, 20-60 kali 1-13 cm, dengan pangkal yang berbentuk baji dan ujung runcing, hijau atau merah atau lorek. Mulai bunga di ketiak daun, bertangkai panjang, bercabang melebar, dengan daun pelindung yang besar pada pangkal cabang. Anak daun pelindung pada pangkal bunga kecil. Daun tenda bunga 6, memanjang, panjang 1,3 cm, 3 yang luar pada bagian separo bawah melekat, erat dengan yang di dalam, bagian yang teratas lepas dan melengkung ke belakang kembali. Benang sari 6, tertancap pada tenda bunga. Kepala putik pendek 3 taju. buah ini bentuk bola, merah mengkilat. Biji hitam mengkilat.

Nama Lokal :
NAMA DAERAH. Bakjuwang, Lakiak (Aceh); Kalinjuhang Katunggat, Linjuang, Si linjuang (Batak); Anjiluwang, Jiluwang, Lanjuwang, Linjuwang (Makasar); Anderuw ang (Lampung); Renjuwang, Sabang. Sawang (Dayak): Hanjuwang (Sunda): Andong. Endong (Jawa): Andong. Endong. Handwang (Bali): Tabongo (Gr): Panili. Sin (Ms): Panyaureng. Sin (Bg): Ai buru (Sr): Weluga. Werusisi, Wersingin (Ab): Yasir (Ij): Pitako (Hm). NAMA ASING: NAMA. SIMPUSIA Cordylinae Folium: Daun Andong.

Penyakit Yang Dapat Diobati :
SIFAT KHAS Mendinginkan. KHASIAT Hemostatik dan anti bengkak.

Pemanfaatan :
KEGUNAAN.
1. Batuk darah.
2. Disenfri.
3. Haid terlalu hanyak.
4. Wasir berdarah.

RAMUAN DAN TAKARAN
Batuk Darah, Haid terlalu hanyak
Ramuan :
Daun Andong segar 5 helai, Air secukupnya
Cara pembuatan :
Dibuat infus, diseduh, atau dipipis.
Komposisi:
Kandungan Kimia Steroida, saponin, dan polisakarida.

Sunday, 18 October 2015

Khasiat Adas (Tanaman Obat)

Adas menghasilkan minyak adas, yang merupakan basil sulingan serbuk buah adas yang masak dan kering. Ada dua macam minyak adas, manis dan pahit. Keduanya, digunakan dalam industri obat-obatan. Adas juga dipakai untuk bumbu, atau digunakan sebagai bahan yang memperbaiki rasa (corrigentia saporis) dan mengharumkan ramuan obat. Biasanya adas digunakan bersama-sama dengan kulit batang pulosari. Daunnya bisa dimakan sebagai sayuran. Perbanyakan dengan biji atau dengan memisahkan anak tanaman.

Nama Lokal :
Hades (Sunda), adas, adas londa, adas landi (Jawa), Adhas (Madura), adas (Bali), wala wunga (Sumba), Das pedas (Aceh), adas, adas pedas (melayu), Adeh, manih (Minangkabau); paapang, paampas (Menado); Popoas (Alfuru), denggu-denggu (Gorontalo); Papaato (Bud), porotomo (Baree), kumpasi (Sangir Talaud), Adasa, rempasu (Makasar), adase (Bugis), Hsiao hul (China), phong karee, mellet karee (Thailand), Jintan Manis (Malaysia) barisauni, madhurika (lnd./Pak.)1 Fennel, Commaon fennel, sweetfennel, fenkel, spigel.

Penyakit Yang Dapat Diobati
Sakit perut (mulas). perut kembung, mual, muntah, ASI sedikit, diare, sakit kuning Caundice), kurang nafsu makan, batuk, sesak napas (Asma). nyeri haid, haid tidak teratur, rematik, susah tidur (insomnia), buah pelir turun (orchidoptosis), kolik, usus turun ke lipat paha (hernia inguinalis), batu empedu, pembengkakan saluran sperma (epididirilis), penimbunan cairan dalam kantung buah zakar (hiodrokel testis), keracunan tumbuhan obat atau jamur. meningkatkan penglihatan.

Pemanfaatan :

Bagian yang digunakan :
Buah masak (Xiaohuixiang, hui-hsiang).
Buah yang telah masak dikumpulkan, lalu dijemur sampai kering.

Kegunaan :
Buah bermanfaat untuk mengatasi:
*sakit perut (mulas), perut kembung, rasa perih di lambung, mual, muntah, diare.
*sakit kuning (jaundice), kurang nafsu makan,
*batuk berdahak, sesak napas (asma).
*haid : nyeri haid, haid tidak teratur,
*air susu ibu (ASI) sedikit,
*putih telur dalam kencing (proteinuna),
*susah tidur (insomnia),
*buah pelir turun (orchidoptosis),

Komposisi :
Sifat Kimiawi Dan Efek Farmakologis
Buah : buah masak mengandung bau aromafik, rasa sedikit manis, pedas, hangat, masuk mendian hati, ginjal, limpa, dan lambung.
Daun : berbau aromatik.
Minyak dan buah : minyak adas (fennel oil).

Kandungan kimia :
Adas mengandung minyak asiri (Oleum Foeniculi) 1-6%, mengandung 50-60% anetol, lebih Kurang 20% renkon, pinen, limonen, arpenren, relandren, metlichavikol, anisaldenia, asam anisat, dan 12% minyak lemak. Kandungan anetol yang menyebabkan adas mengeluarkan aroma yang khas dan berkhasiat karminatif. Akar mengandung bergapten. Akar dan biji mengandung stigniasterin (serposterin). Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian : 1. Komponen aktifnya, anisaldehida meningkatkan khasiat streptoniycin untuk pengobatan TBC pada tikus percobaan. 2. Meningkatkan penstaltik saluran cerna dan merangsang pengeluaran kentut (flatus). 3. Menghilangkan dingin dan dahak. 4. Minyak adas yang mengandung anetol, fenkon, chavicol, dan anisaldehid berkhasiat menyejukkan saluran cerna dan bekerja menyerupai perangsang nafsu makan. 5. Dan satu penelitian pada manusia dewasa, ditemukan bahwa adas mempunyai efek menghancurkan batu ginjal. 6. Pada percobaan binatang, ekstrak dan rebusan daun adas dapat menurunkan tekanan darah. Namun, pengolahan cara lain tidak menunjukkan khasiat ini.